Tampilkan postingan dengan label Melancholic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melancholic. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Senja di Lantai Dua

ilustrasi
Lama tak menghabiskan waktu bersama mu wahai jelita. Sosok yang sekitar kurang dari setahun lalu mampu mengenalkanku tentang indahnya cerita. Cerita yang menurutku tak pernah kurasa dan kudengar lagi selama beberapa waktu yang lalui. kaulah yang membuatku ingin menghadirkan sosok imajinermu kedalam setiap tulisanku. Awalnya kau hanyalah kupandang sebagai orang yang sederhana dan biasa saja. Kau ternyata berbeda ! Sosokmu keluar dari imajinasi awalku, banyak canda dan tawa. Haha.. yaa..itulah dia.. 

Sejak mengenalmu ku bisa mengerti akan arti dari Senja. Senja melihat sawah, rumah, dan sekelompok petani yang sedang memikul gabah. Kita habiskan semua berdua, dengan cerita tentunya. Siapa dirimu, suka, duka, dan cinta menjadi pembahasan seru diawal perkenalan, meskipun untuk hal cinta kita masih memakai bahasa yang tak sederhana agar tak terbaca siapa si pria itu. Haha..  sebenarnya cerita in agak privacy, namun tetap dilakukan untuk menanyakan pendapat tentang si pria. Sambil tertawa mendengarkan duka dari perjalananmu dengan si pria sebenarnya kusengaja agar pembahasan tak terkesan kaku dan berakhir membisu. Menghabiskan cerita sambil menunggu senja sebenarnya hal yang tak biasa karena semua terlalu indah untuk dirasa, meskipun kau telah memiliki pria tanpa nama. 

Seperjalanan pulang, senja telah berganti purnama. Sambil mengendarai sebuah Vespa tua, purnama menambah hadirnya romansa yang menurutnya tak boleh dibiarkan terasa. Dia sungguh setia dengan si pria tentunya. "Hey..sebenarnya semuanya tumbuh dengan tak disengaja", jawabku sedikit memberontak dalam hati yang memang suka dengannya. Itulah awal perjalanan tentang dia dan senja.

Beberapa bulan kemudian kita tanpa sengaja bertemu kembali didepan sebuah resto yang terletak dilantai dua balkon sebuah pusat perbelanjaan dikota ini. Dia sendiri, saya sendiri dan kita berdua dalam kondisi sendiri tanpa teman jalan ditengah keramaian.

Sapaan kepadanya menjadi awal perjumpaan ini.
"hey.. apa kabar? dengan siapa.?" sapaan yang basi namun mempunyai banyak arti.

"hey, kak..Allhamdulillah baik. sendiri saja, kak.. kakak sendiri dengan siapa?" jawabnya dengan memberikan senyum khasnya dengan tambahan ekspresi kaget melihat kehadiranku.

"Hehe..saya juga sendiri.. tadi singgah ke Gramed mau cari buku"
"Sebenarnya sih mau nonton tapi nggak tau mau ngajak siapa, eh.. nonton yukk??" Ajakku.. sekedar bernostalgia dengan waktu yang telah lama disapa oleh kita.

"hemmm.. Bolehlah, kak.." Disambutnya ajakan nontonku saat itu.

Waktu itu sebuah film yang tentunya menjadi incaranku selama ini kami putuskan untuk dinonton, The Woman In Black. Setelah membeli tiket kami memutuskan untuk singgah di resto tempat kami bertemu tadi. Sekedar mengisi waktu untuk menunggu film yang ingin dinonton pada pukul 18.00 nanti. Kembali bercerita, tertawa, bercanda dan semua seperti mimpi saja. lama tak merasa hal ini. Terima kasih semesta akan waktu yang tak terduga.

Jus Melon yang dipesan pun tiba, menemani kedua manusia yang sebenarnya menurutku ada rasa. haha...  Ada pembahasan yang menarik perhatianku, ternyata kau sedang ada sedikit problem dengan si pria. Pria yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sosok yang berada disisimu. Tak ingin ku bertanya dan membahasnya lebih jauh, cukup dengan mendengarkan.. yaa.. cukup dengan mendengarkan segala keluhanmu terhadapnya. Tak ingin bahasa dan kata-kataku terkesan mengintervensi atau lebih buruknya terkesan sedang mempromosikan diri untuk menggantikan posisinya.

Perbincangan sore itu sungguh hangat, cukup lama untuk mengingat secara detail setiap perbincangan setahun yang lalu apakah sama dengan sore ini hangatnya tapi, menurutku pembahasan sore ini jauh lebih hangat. Matahari senja yang hangat mampu mencairkan kebekuan hubungan kami yang telah vakum sekian lama. Resto di lantai dua ini mungkin akan menjadi tempat yang mampu mendudukkan kami berdua kembali, menikmati senja kembali, dan bersama kembali. Sehari..meskipun hanya sehari.

Untukmu yang di Jakarta


Selamat panjang umur adekku.
Usiamu hari ini telah mandapat nominal baru.
Nominal yang melambangkan awal kedewasaan dari segi umur.
Nominal yang tak dapat lagi dikatakan sebagai orang yang bau kencur.

17 kini usiamu, @apriliaputria.
Usia yang menurutku adalah langkah kedewasaan.
Berpikir, Sikap dan tutur kata.
Tentang segala hal didunia.

Oh..iya..Jangan lupakan Ibumu.
Jadikan dia orang spesial pertama yang menerima ucapan terima kasihmu.
Tentang 17 tahun kehadiranmu.
dan, Yang mampu membesarkanmu.

Jangan pula melupakan Ayahmu.
Sosok pria yang menurutku telah menjalankan tugasnya
Menjaga Putrinya dari pria-pria yang salah.
Agar kau nanti tak salah langkah, sepertinya

Semoga dirimu masih menjadi @apriliaputria yang ceria
lebih mencari tau arti kehadiran di dunia
Selalu dalam lindungan-Nya.
dan mulai ingin membangun hijabnya supaya lebih cantik dan bercahaya.

Maafkan Mas mu ini yang tak mampu memberikan apa-apa.
Hanya sekedar menuliskan beberapa kata sederhana.
Tanpa ada bingkisan berwarna yang dikirimkan di Jakarta.
Maaf yaa...

Salam rindu Mas mu...

Senin, 16 Januari 2012

Psikologi Cinta


Ada yang kenal Robert Sternberg nggak? Sama, saya juga tidak..hahahaa.. tapi saya mengenal nama beliau di buku Psikologi Komunikas dan akhirnya saya lebih mencari tahu, ternyata dia adalah seorang psikolog Amerika Serikat yang juga pernah menjabat sebagai Presiden American Psiychological Associatio, dan salah satu pemikiran beliau yang saya sorot sekarang adalah:


Cinta dalam sebuah hubungan interpersonal memiliki tiga komponen dasar, keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment)


Ketiga komponen cinta ini kemudian saling berkombinasi membentuk 7 jenis cinta yang berbeda. Yang manakah cintamu??

Nonlove,Cinta ini hanya terdiri dari komponen keintiman. Di antara individu yang mengalami jenis cinta ini terjalin kedekatan fisik dan emosional. Namun, cinta jenis ini biasanya hanya terjadi pada hubungan pertemanan. Kedua pihak merasakan ada hubungan dekat yang hangat, tapi tidak disertai dengan emosi yang mendalam (gairah) maupun komitmen jangka panjang. Anda tentu tidak keberatan jika sahabat harus melanjutkan studi atau pindah kerja ke kota lain, kan? Dalam cinta pertemanan ini tidak ada keterikatan yang memaksa masing-masing pihak untuk selalu bersama-sama. Mungkin contohnya bisa dilihat ketika teman-teman masih duduk dibangku sekolah dulu..hanya menganggap kalo pacaran itu hanya untuk teman jalan, curhat dan menggalau bareng *Ruaaarrr Biasaaa*

Infatuation, Sering disebut cinta cinta pada pandangan pertama. Inilah cinta yang diibaratkan datang dari mata lalu turun ke hati. Ketika melihat obyek cinta, timbul gairah untuk selalu bersama. Meski mungkin sebenarnya Anda tidak ada kedekatan yang terjalin dengan si obyek cinta. Gairah merupakan satu-satunya komponen cinta yang ada di jenis hubungan cinta ini. Tidak ada kedekatan emosional yang terjalin dan juga tidak ada komitmen. Itu sebabnya, infatuition mudah timbul dan juga mudah hilang. Mungkin contohnya bisa dilihat ketika kita sedang ada di acara teman entah itu Bazar, atau acara ulang tahun yang banyak orang-orang (lawan jenis) mudah terlihat, terkadang kita dengan mudahnya terpanah *allaaa terpanah?* oleh penampillan atau tingkah laku diawal pertemuan, dan akhirnya kenalan *The End*

Empty Love, Dalam hubungan cinta ini hanya ada komponen komitmen. Banyak cinta yang berubah menjadi cinta hampa seiring berlalunya waktu. Hubungan yang pada awalnya terasa hangat dan bergairah, terkadang berubah menjadi hampa karena komponen keintiman dan gairah telah luntur. Namun pada hubungan yang dijodohkan, seringkali yang terjadi adalah kebalikannya. Pasangan tersebut memulai dari cinta yang hampa (komitmen yang dipaksakan). Dan, seiring waktu mulai timbul keintiman dan gairah. Mungkin cinta jaman dahulu kala sekali ini, soalnya masih main jodoh-jodohan, tapi.. Itulah psikologi ternyata masih ada kondisi masyarakat yang maen jodoh-jodohan. *Miris*

Romantic Love, Pasangan yang terlibat dalam jenis cinta ini akan terlihat senang bersama-sama karena adanya keintiman. Selain itu, pasangan cinta romantis juga akan memiliki gairah yang mendalam terhadap satu sama lain. Itu sebabnya, pasangan cinta inilah yang biasanya disebut sedang mabuk cinta (Lebbay). Meski begitu, pasangan mabuk cinta belum tentu ingin selamanya bersama-sama. Dalam jenis hubungan cinta ini tidak ada komitmen karena seringkali dirasa mengekang kenikmatan cinta itu sendiri.

Companionate Love, Bisa juga diartikan cinta setia (KATANYAAA). Nah, hubungan cinta jenis ini sering ditemui dalam pernikahan atau hubungan yang telah cukup lama terjalin. Dalam hubungan ini, biasanya gairah sudah pudar. Namun, masih ada keintiman dan komitmen yang lekat. Secara umum, cinta setia adalah hubungan yang terjalin antara Anda dengan seseorang yang sudah cukup lama berbagi suka-duka. Cinta setia lebih kuat dibanding cinta teman karena adanya komponen komitmen (KATANYAAA). Selain dalam hubungan pernikahan, cinta setia juga bisa ditemui di dalam hubungan persahabatan yang erat dan juga di antara kerabat keluarga.

Fatuous Love, Alias cinta buta. Dinamakan begitu karena komponen pembentuknya hanyalah gairah dan komitmen. Jenis hubungan cinta ini cenderung bersifat menderu-deru karena tidak ada keintiman yang dapat menstabilkan sebuah hubungan. Cinta buta bisa berdampak negatif karena biasanya melibatkan rasa ingin memiliki yang mengikat tiap individu. Padahal, mungkin saja hubungan tersebut tidak lagi berfungsi positif. Terbukti dengan tidak adanya rasa percaya sehingga kedekatan antara individu tidak terjalin. Cinta yang sering ditemui di anak muda jaman sekaranglah pokoknya (-_-")7 Buta karena gairah-gairah duniawi,cinta majasi banget.

Consummate Love, Orang mengartikannya sebagai cinta sejati. Inilah cinta yang diidam-idamkan semua orang. Cinta ini yang paling sempurna dengan adanya komponen keintiman, gairah, dan komitmen. Keberadaan ketiga komponen cinta membuat jenis hubungan cinta ini cenderung berjalan secara stabil. Komitmen yang terjalin dalam cinta ini didasari pada rasa saling menghormati (karena adanya hubungan yang dekat secara fisik maupun emosional), dan juga hasrat untuk selalu bersama yang sangat kuat. Inilah yang membuat cinta sejati akan lebih langgeng dibanding jenis cinta lain. Cinta yang ideal, tujuan semua orang namun ternyata tidak ada rasa saling menghormati satu sama lain yang menghambat menuju tujuannya hubungannya. *Realitanya begitu* Namun semoga kita bisa menuju kesempurnaan ini.. *Amin*