| ilustrasi |
Beberapa bulan kemudian kita tanpa sengaja bertemu kembali didepan sebuah resto yang terletak dilantai dua balkon sebuah pusat perbelanjaan dikota ini. Dia sendiri, saya sendiri dan kita berdua dalam kondisi sendiri tanpa teman jalan ditengah keramaian.
Sapaan kepadanya menjadi awal perjumpaan ini.
"hey.. apa kabar? dengan siapa.?" sapaan yang basi namun mempunyai banyak arti.
"hey, kak..Allhamdulillah baik. sendiri saja, kak.. kakak sendiri dengan siapa?" jawabnya dengan memberikan senyum khasnya dengan tambahan ekspresi kaget melihat kehadiranku.
"Hehe..saya juga sendiri.. tadi singgah ke Gramed mau cari buku"
"Sebenarnya sih mau nonton tapi nggak tau mau ngajak siapa, eh.. nonton yukk??" Ajakku.. sekedar bernostalgia dengan waktu yang telah lama disapa oleh kita.
"hemmm.. Bolehlah, kak.." Disambutnya ajakan nontonku saat itu.
Waktu itu sebuah film yang tentunya menjadi incaranku selama ini kami putuskan untuk dinonton, The Woman In Black. Setelah membeli tiket kami memutuskan untuk singgah di resto tempat kami bertemu tadi. Sekedar mengisi waktu untuk menunggu film yang ingin dinonton pada pukul 18.00 nanti. Kembali bercerita, tertawa, bercanda dan semua seperti mimpi saja. lama tak merasa hal ini. Terima kasih semesta akan waktu yang tak terduga.
Jus Melon yang dipesan pun tiba, menemani kedua manusia yang sebenarnya menurutku ada rasa. haha... Ada pembahasan yang menarik perhatianku, ternyata kau sedang ada sedikit problem dengan si pria. Pria yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sosok yang berada disisimu. Tak ingin ku bertanya dan membahasnya lebih jauh, cukup dengan mendengarkan.. yaa.. cukup dengan mendengarkan segala keluhanmu terhadapnya. Tak ingin bahasa dan kata-kataku terkesan mengintervensi atau lebih buruknya terkesan sedang mempromosikan diri untuk menggantikan posisinya.
Perbincangan sore itu sungguh hangat, cukup lama untuk mengingat secara detail setiap perbincangan setahun yang lalu apakah sama dengan sore ini hangatnya tapi, menurutku pembahasan sore ini jauh lebih hangat. Matahari senja yang hangat mampu mencairkan kebekuan hubungan kami yang telah vakum sekian lama. Resto di lantai dua ini mungkin akan menjadi tempat yang mampu mendudukkan kami berdua kembali, menikmati senja kembali, dan bersama kembali. Sehari..meskipun hanya sehari.

