Minggu, 21 Oktober 2012
Yes Man
Selasa, 19 Juni 2012
Freedom Writers

Film : Freedom Writers
Sutradara: Richard LaGravenese.
Produksi: Paramount Pictures.
Tahun: 2007.
Penulis Naskah: Richard LaGravenese.
Pemain: Hilary Swank, Scott Glenn, Imelda Staunton, Patrick Dempsey, dan masih banyak lagi.
Kali ini saya akan bercerita tentang Film Freedom Writers yang diangkat dari kisah nyata. Film yang dapat dinikmati sejak tahun 2007 berkisah tentang sebuah kelas yang berada di sebuah lingkungan sekolah di Long Beach, California, yang sangat rasisme. Kelompok ras sangat jelas terlihat disekolah ini misalnya, ras kulit putih, kulit hitam, ras Kamboja dan ras Latin. Kelompok ras yang terjadi didalam sekolah tersebut akibat dari perlakuan lingkungan diluar sekolah dan membentuknya juga didalam sekolah. Kelompok ras tersebut perlahan berubah menjadi genk yang saling memperebutkan wilayah satu sama lain untuk mendapatkan kebanggan dan kehormatan bagi rasnya tersebut. Seperti itulah gambaran lingkungan yang terjadi sebelum seorang guru Erin Gruwell (diperankan oleh Hillary Swank) mencoba merubah mindset setiap muridnya tentang ras.
Minggu, 15 April 2012
City of God
![]() |
| Poster film City of God |
Judul Asli : Cidade de Deus
Pemain : Alexandre Rodriguez, Leandro Fermino, Phellipe Haagensen
Sutradara : Fernando Merelles
Penulis Naskah : Braulio Mantovani (screenplay), Paulo Lins (Novel)
Produksi : 02 Film
Oke... Malam ini saya telah melahap lagi sebuah film yang berjudul City of God. Kota di Brazil yang didalamnya penuh dengan senjata, obat terlarang dan kekerasan. Remaja dan anak-anak sekalipun telah menyentuh ketiga unsur ini. Mungkin bagi setiap kota besar pada umumnya ada ketiga unsur ini.
Film ini diangkat dari kisah nyata Rocket dalam film ini diperan oleh Alexandre Rodriguez. Rocket seorang fotografer muda adik dari Goose salah seorang dari Trio Mortes Gengster kecil di kota kecil tersebut pada tahun 60-an. Bersama dengan 2 temannya yang lain, Hairy dan Snatcher serta ditemani oleh Kid (adik dari hairy) dan Benny mereka melakukan perampokan. Hingga akhirnya Trio Mortes berhenti sejak terjadinya perampokan yang dilakukan oleh mereka, namun sebuah pembunuhan mampu dilakukan oleh Kid sendiri sehingga membuat Trio Mortez menjadi buronan.
Disini saya melihat karakter anak-anak seperti Kid mampu membunuh dengan mudahnya sungguh tidak mengherankan. Dia dibesarkan dilingkungan yang sudah terbiasa melihat senjata dan kekerasan. Karakter pada dirinya pun terbangun dari yang biasa dia lihat. Seorang anak itu seperti cermin yang mengikuti perbuatan orang dewasa disekitarnya, jika dia besar dilingkungan terpelajar dia akan menjadi sosok terpelajar pula, namun jika dia besar dilingkungan yang terbiasa dengan kekerasan dia akan menjadi sosok yang kasar pula. Difilm ini banyak karakter yang seperti Kid, kurang pengawasan oleh orang tua (keluarga) nya sehingga tidak mampu mengontrol perkembangan si anak. Pendidikan awal seorang anak sebenarnya diawali oleh keluarga, lingkungan kemudian sekolah. Sekolah hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mendidik perkembangan anak. Keluarga adalah penyaring, penilai benar atau salah yang kita tangkap dari lingkungan kita, Pada hakikatnya keluarga memiliki nilai-nilai yang di anggap benar dalam lingkup keluarga itu sendiri. Jadi, jika kita sendiri tak pernah meluangkan waktu pada anak kita, jangan heran jika anak tersebut berubah sesuai pada lingkungan mereka hidup sehari-harinya.
Berbeda dengan Kid, Rocket adalah sosok yang sangat tidak menyukai kekerasan, dia lebih memilih untuk tidak mengikuti semua yang dilihat di lingkungannya, Senjata, obat terlarang dan kekerasan. Bahkan kakaknya sendiri pun tak ingin di ikuti. Dia juga lebih memilih kamera dari pada memiliki senjata.
10 tahun kemudian sosok Kid yang dulunya kecil telah tumbuh dewasa dan telah berganti nama menjadi (Leandro Fermino) Ze. Cita-citanya dulu telah tercapai menjadi seorang gangster dikotanya bersama teman kecilnya dulu, (Phellipe Haagensen) Benny. Berdua mereka menjadi penjual obat terlarang terbaik di kotanya, dengan bantuan polisi tentunya sebagai sosok pelindung dari bisnisnya ini.
Disini saya melihat, jika kita ingin terlindung dari hukum kita harus memiliki si penghukum itu. Ze dan Benny dapat terlindung dari hukum dikotanya karena dia memiliki sosok penghukum tersebut di tangannya. Ibarat permainan anak-anak monopoly di Indonesia, jika tak ingin masuk penjara kita harus memiliki kartu bebas penjara dan itu diterapkan oleh mereka dan para pegiat kejahatan di kota-kota lainnya.
Di film ini sangat menggambarkan pula keadaan seorang yang kecanduan obat terlarang berada ditangan penjual obat terlarang itu. awalnya hanya mencoba pemberian teman, kemudian menggunakan uang pribadinya, jika uang pribadinya telah habis mulai menjual barang-barang pribadinya dan seisi rumah. Perlahan namun pasti semakin kau kecanduan, semakin kau memperkaya si penjual obat tersebut.
Rabu, 11 April 2012
5 Days of War
![]() |
| Cover 5 Days of War |
Pemain: Rupert Friend, Richard Coyle, Andy Garcia, Emmanuelle Chriqui, , Johnathon Schaech,
Sutradara: Renny Harlin
Penulis Naskah: John Logan, Marshal Herskovitz
Produksi: Anchor Bay Films
Sabtu, 18 Februari 2012
Sex, Lies & Cigarettes'- Vanguard Sneak Peek

Mungkin ini bukan lah film yang beredar dibioskop-bioskop dikota kalian berada. Sex, Lies and Cigarettes merupakan sebuah film dokumenter yang dibuat oleh koresponden Christof Putzel ketika pada tahun 2010 silam ia meliput Konferensi Dunia Untuk Tembakau. Film ini menjadi salah satu episode dari serial dokumenter Vanguard season 5 yang ditayangkan oleh Current TV.
Seluruh dunia tengah menyorot si bocah perokok, Aldi. Videonya di Youtube membuatnya cepat menjadi bahan pembicaraan. Dia satu-satunya perokok yang paling terkenal dari Indonesia. Akhirnya ditelusurilah apa penyebab anak umur 2 tahun ini bisa mengenal rokok. Oleh karena itulah mereka mulai menginvestigasi tentang rokok di Indonesia.
Jika dibandingkan dengan Amerika, harga sebungkus rokok di Indonesia itu sangatlah murah. Di Amerika sebungkus Marlboro dihargai $12 , sedangkan disini dihargai $2 saja. Inilah salah satu alasan mengapa konsumen rokok meningkat tiap tahunnya. Amerika sengaja membuat pajak yang tinggi di rokok karena mereka telah sadar akan dampak krisis kesehatan kedepannya. Itulah juga yang menjadi alasan berpindahnya target pemasaran industri rokok ke Indonesia.
Penyebab lain mengapa perokok aktif begitu meningkat di Indonesia adalah adanya peran media yang mulai menyusupi brand-brand anak muda saat ini. Lihat saja iklan-iklan rokok saat ini, kebebasan, petualangan dan gaya anak muda lainnya menjadi icon dari rokok. Lihat saja di setiap konser musik di Indonesia, sebagian besar di hiasi oleh logo-logo perusahaan rokok ternama diposter, spanduk, sampai ditempat konsernya. Mereka lah yang mensponsori acara musik-musik itu. Lebih herannya lagi, sponsor terbesar dari pertandingan bola di Indonesia adalah perusahaan rokok terbesar diIndonesia. Perusahaan tersebut tahu bahwa penduduk Indonesia banyak yang suka sepak bola, sehingga dia menyentuh masyarakat dengan pertandingan sepak bola itu sendiri. Hebat proses pemasarannya.
Tidak di Jalan, di tivi, di radio, dan dimana saja indera kita berfungsi mungkin iklan rokok dapat ditemui yang juga dapat dilihat oleh anak-anak yang lain. “Target penjualan rokok memang kepada 17 tahun ke atas, namun itu adalah target resminya, sedangkan target tidak resminya adalah 14 tahun” ujar seorang yang pernah bekerja dibagian pemasaran disebuah perusahaan rokok ternama di Indonesia.
Mungkin saja jika pemerintah mengeluarkan iklan kesehatan tentang bahayanya merokok, para perokok yang sedang menghisap sebatang rokok akan segera berhenti, cepat atau lambat. Namun ternyata disini tidak. Pemerintah malah ketakutan akan kehilangan sumber pendapatan pajak terbesarnya dari rokok. Rela masyarakatnya sekarat karena asap diparu-parunya untuk mendapatkan pemasukan pajak. Berkedok melindungi pekerja, namun ternyata hasil dari pekerja lah yang diinginkan. Jika suatu saat rokok berkurang sudah pasti pekerja akan berkurang di perusahaan rokok, nah disinilah solusi sebenarnya yang seharusnya pemerintah cari. Tentang lapangan kerja pengganti untuk para pekerja nanti.
Untungnya saya sebagai penulis tidak menjadi salah satu korban yang terpengaruh akan kenikmatan tembakau yang terbungkus kertas itu. Sadar akan bahayanya menjadi tameng untuk diri sendiri tentunya. Film yang menarik dinonton sambil menghisap rokok, agar diakhir film nanti bisa mematikan rokok secara permanent.
Mungkin Jika ada yang ingin menonton filmnya bisa klik disini
Senin, 13 Februari 2012
Resensi The Last Samurai

Senin, 23 Januari 2012
Resensi CJ7

Judul Film: CJ7
Pemain: Stephen Chow, Kitty Zhang Yuqi, Xu Jian, Lam Tze-Chung
Sutradara: Stephen Chow
Penulis Naskah: Stephen Chow, Chi Keung Fung
Produksi: Columbia Pictures Film Production Asia
Pertama melihat film yang dibintangi Stephen Chow ini, yang saya bayangkan pertama sentuhan komedinya sangat kental seperti film sebelumnya yaitu SHAOLIN SOCCER dan KUNG FU HUSTLE, namun ternyata tidak. Sentuhan komedinya tetap ada tapi yang lebih ditonjolkan disini adalah sisi drama hubungan ayah dan anak itu sendiri
Film ini bercerita tentang Stephen Chow yang berperan sebagai Ti, ayah dari seorang anak lelaki yang bernama Dicky. Dicky diperankan oleh Xu Jian. Ti disini sebagai buruh bangunan yang miskin dan tinggal disebuah bekas bangunan tua bersama anaknya Dicky. Berkat kerja kerasnya untuk mencari uang TI mampu menyekolahkan anaknya disekolah elit. Namun karena Ti merupakan dari golongan kelas bawah terkadang dia minder dengan lingkungan sekolah anaknya yang elit.Dari sini saya bisa melihat luar biasa beratnya tugas seorang kepala keluarga (ayah) yang harus mengorbankan dirinya, membanting tulang untuk bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya yaitu pendidikan yang merupakan bekalnya kelak.
Dicky berada dilingkungan sekolah yang elit, terkadang dia merasa iri dengan teman-teman nya yang memiliki permainan yang bagus dan terbaru pemberian orang tuanya. Disuatu saat Dicky merengek meminta dibelikan mainan oleh anaknya namun dia tidak bisa apa-apa karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Tapi Dicky kemudian menemukan sebuah bola yang merupakan sebuah anjing luar angkasa dan kemudian dinamakan CJ7. Pada akhirnya CJ7 inilah yang akan mengorbankan nyawanya kepada Ti yang meninggal akibat kecelakan kerja.
Meskipun miskin disini Ti selalu menjunjung tinggi yang disebut kejujuran kepada anaknya. Terkadang anaknya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan ayahnya, namun dia merubahnya agar ayahnya bahagia. Bukan, kebahagian yang diinginkan Ti dari sebuah hasil ujian anaknya , namun yang diinginkan adalah sebuah kejujuran.
Sentuhan drama realita kemiskinan yang ingin disampaikan begitu berhasil membangun emosi penonton film ini. Akting yang natural Xu Jian dengan berbagai ekspresinya sangat membantu kesuksesan film ini. Sekali lagi film ini menurut saya sangat unggul dalam bagian ceritanya yang sangat menyentuh.
Setelah film ini selesei saya nonton, pertanyaan pun menyinggahi pikiran saya. Apakah saya bisa menjadi sosok Ti,sosok kepala keluarga yang mampu membahagiakan keluarga saya kelak dengan segala kekurangan saya? Semoga..Aminn..
Saya ingin menutup postingan ini dengan sebuah kutipan dari Dicky tentang ayahnya yang menyukai guru sekolahnya:
“Tak mudah menaklukkan hati seorang wanita, apalagi jika kau tak lucu”




