Sabtu, 14 Januari 2012

Siapa Saya?

Teringat sebuah pertanyaan pertama yang keluar disebuah buku yang berjudul Dunia Sophie tentang suatu keberadaan oleh Alberto Knox "Siapa Kamu?" begitu lah pertanyaannya. Kata tersebut mulai memenuhi pikiranku juga. Siapa saya? Siapa saya? Siapa saya? (hahaha..Seperti difilm Who Am I-nya Jackie..)

Siapa saya? Saya hanyalah seorang lelaki yang terpenjara dengan ketidak tahuanku dari dunia luar dan mulai mencoba mencari tahunya atau melepaskan diri dari penjara dunia ini. Buku, Internet menjadi senjataku untuk menembus tembok penjara itu, perlahan tapi pasti celah telah berhasil kubuat namun selalu terbentur kembali dengan rasa ketidak tahuan yang lainnya. Memang aneh, saya hadir disini hanya sekedar menebus penjara ketidak tahuan ini, namun itulah saya, orang yang mulai ingin mengenal tentang dunia ini, orang yang mulai ingin mengenal isi dunia ini, dan orang yang mulai ingin mengenal saya ini siapa sebenarnya.


Siapa saya? Saya adaah seorang anak yang sempat dikatakan melow atau melankolis atau melancholy dan cenderung ingin melakukan agar terlihat sempurna. Melankolis ada yang mengatakan kalau sifat itu cenderung ber-lebay-han, namun menurutku Melankolis adalah sifat yang kaya seni (terbukti dari suara yang merdu..hahaha..)Melankolis juga bisa menjadi sosok yang introvert dan ekstrovert, jika sedang ada masalah topeng introvertlah yang dia gunakan, dan jika sedang merasa gembira atau merasa dipuncak suka citanya topeng ekstrovert yang dia gunakan. Adapula yang mengatakan kalo melankolis adalah sifat yang romantis mungkin karena si Melankolis ini ingin semuanya terlihat sempurna untuk pasangannya (sok perfect banget loo!!)


Kalo tadi kita sudah membahas "saya" secara umum, "saya" secara melankolis, sekarang saya ingin membahas "saya" secara melankolis versi negatif . Melankolis itu cenderung terjebak dengan sebuah kesalahan/rasa bersalah, itulah masa-masa yang menghambat proses melangkah si-melankolis terganggu, kembali lagi karna dia ini adalah sosok yang ingin terlihat sempurna.


Yupss..Inilah saya (kesimpulan yang masih dangkal sampai detik ini). Pertanyaan filosofis itu telah coba saya jawab dengan kondisi psikologisku sendiri. Salam Kenal..(yaa..Disini gunung disana...apaansih....)

*Mengapa saya masuk kekehidupanmu, karena kehidupanmu menarik menurutku...

Sepatu dan Sebuah Hubungan


Sebuah hubungan itu seperti sepasang sepatu. saya melihat sepasang sepatu baru berwarna hitam yang dapat mengubah penampilan saya. saya sudah lama mencari sepatu seperti itu, dan sangat menginginkan sepatu itu. saya berusaha keras menahan keinginan untuk membeli sepatu itu dan berusaha mempertimbangkan kebutuhan lain yang lebih jelas manfaatnya. akhirnya saya memilih untuk pulang dan tidak membeli sepatu itu. dan hanya waktu yg bisa menjelaskan betapa bijaksana nya pilihan tersebut. akan tetapi, saya menyadari bahwa sebenarnya saya tidak bisa melupakan sepatu itu. jarang sekali saya bisa menemukan sepasang sepatu yang benar-benar saya inginkan, yang sudah saya cari sejak lama, yang membuat saya tidak bisa tidur sejak pertama kali melihatnya..sepatu itu sangat indah.sepatu itu sangat nyaman, dan yang lebih penting lagi, saya sangat,sangat menyukai sepatu itu. sepatu yang sempurna. bayangan sepatu itu tidak akan hilang, bahkan sepatu itu menempati tempat sepuluh sepatu teratas dalam daftar sepatu favorit saya.

Sebenarnya, hubungan antara sepasang sepatu dengan hubungan dengan pasangan adalah sama. Seperti hubungan kita dengan sepatu, hubungan dengan pasangan juga menghadapi tahap-tahap tertentu. Ada tahap mengamati, selanjutnya ada tahap suka, lalu tahap perasaan saling memiliki. Lalu ada tahap memilih dan menentukan bagaimana hubungan itu ke depannya. Apakah kita akan segera memutuskan bahwa dia tidak cocok untuk kita, atau apakah kita akan berusaha keras memiliki dia lebih dahulu, lalu tetap memutuskan bahwa dia bukanlah orang yang sesuai dengan tipe Perempuan yang selama ini kita cari ???

Ketika kita memilih untuk membeli sepatu itu, ada saat-saat dimana kita memamerkan sepatu itu, karena kita merasa sangat bangga dengan sepatu itu. Demikian juga halnya jika kita telah memutuskan untuk memulai sebuah hubungan dengan pasangan, kita mencintai pasangan dengan berbagai alasan. Bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga karena dia bisa memahami dan membuat kita merasa aman dan nyaman. Seperti mendapat sepatu, kita mencapai satu titik dan merasa bahagia karena hasrat kita terpenuhi dan hidup lebih berwarna. Akan tetapi , seberapa lama kah hubungan itu bisa bertahan? Tidak ada yang tahu. Berbagai masalah muncul, mulai dari masalah komitmen, ketidakcocokan, dan lain sebagainya. Kita harus membuat batasan yang jelas, tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang kita harapkan dari hubungan itu…

Kabar dari Ruang Banggar DPR


Apa kabar rakyat, bagaimana kabar kalian kini? Semoga baik-baik saja meski masih dalam keprihatinan kehidupan ini, Amiinn..

Beberapa hari ini kalian pasti semakin sering mendengar kabar gedung DPR terbarukan? Semoga, iya. DPR beberapa hari inikembali menjadi sorotan loh! Kalo saya menggunakan kata "kembali" sudah pasti merupakan kontroversi keputusan yang dihasilkan oleh mereka-mereka yang ada disana.Kali ini kontroversi yang dibuat adalah beberapa renovasi sana-sini disebuah ruang kerja banggar (bagian anggaran) DPR yang menelan anggaran sebesar Rp 20,3 miliar rasanya tidak masuk akal untuk sebuah ruangan kerja. Miris bukan?? mendengar berita semacam ini yang sangat tidak transparan kepada orang-orang yang sebelumnya memilih mereka untuk duduk disana, apalagi disaat masih banyaknya permasalahan infrastruktur dibidang pendidikan (sekolah-sekolah yangg kebanjiran atau roboh termakan usia) yang masih sangat, sangat dan sangat tak diperhatikan oleh mereka. Seandainya mereka memperhatikan sudah pasti mereka memikirkan dana besar itu untuk memperbaiki masa depan anak-anak yang ingin belajra didaerah sana, bukan??

Kalo melihat nominal Rp 20,3 miliar, sudah pasti terbayang fasilitas-fasilitas apa saja didalam ruangan tersebut. Beberapa fasilitas yang ada didalam ruangan tersebut yaitu mulai dari kursi yang diimpor dari luar negeri sampai dengan tiga buah televisi berukuran 3 x 2 meter. Ruangan pun dibuat kedap suara. Saya berikan predikat 3E (Elit, Elegan, dan Ekskulif) deh untuk yang menyutujui renovasi tersebut. Bagaimana tidak, diisaat kita berusaha mengembangkan produk-produk dalam negeri, mereka malah menggunakan kursi-kursi impor, kalo diibaratkan helm mungkin standar helm yang mereka gunakan itu adalah DOT (standar internasional) bukan SNI (standar nasional).

Sebenarnya bentuk transparansi yang kami (Rakyat Non 3E) inginkan dalam pengambilan keputusan dari bapak-bapak disana. Kami bukanlah penonton sulap yang ingin melihat "simsalabim" yang bapak lakukan untuk sebuah gedung itu. Sekali lagi transparansi dan transparansi.

Mengutip dari:

http://www.tempo.co/read/news/2012/01/12/078376931/Tak-Ada-Kegiatan-AC-dan-Lampu-Ruang-Banggar-Nyala

Legalisir Ijazah = biaya ??

Seorang yang telah lulus dalam sebuah jenjang pendidikan pasti memiliki ijazah, dan ijazah itu pasti akan digunakan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan berikutnya atau untuk keperluan lainnya. Nah, sekarang saya ingin sedikit membahas tentang pembayaran administrasi dalam legalisir ijazah di itu "legal atau tidak" sih? ..


Sudah bukan rahasia lagi kalau setiap kita melakukan legalisir disekolah,dikampus maka ada sedikit (yang katanya) biaya administrasi, entah itu akan masuk kekantong siapa semua biaya yang dibebankan kesetiap orang tersebut. Berbagai nominal untuk biaya (yang katanya) administrasi itu dibebankan kepada si pemilik ijazah itu, mulai dari 5.000 perak/10 lembarnya sampai 2.000 perak/1 lembarnya, coba bayangkan kalau yang kita ingin legalisir itu tidak hanya Ijazah yang berarti lebih besar pula biayanya, namun untuk seukuran orang yang berkecukupan(haha..bagaimana ngukur orang yang berkecukupan) mungkin tidak berarti beberapa ribunya dikeluarkan dari kantongnya untuk sebuah keabsahan sebuah fotocopyan, namun untuk orang yang pas-pasan (nah..bagaimana lagi cara ngukurorang yang pas-pasn ini) 20.000 perak itu bisa menghidupi beberapa hari kedepan..


Sebenarnya (yang katanya) biaya administrasi itu sebenarnya sah atau tidak sih? dulu saya sempat mendengarkan alasan mengapa adanya (yang katanya) biaya administrasi kalau itu adalah "uang lelah" untuk mereka yang telah mengurus legalisir pemilik ijazah, mendengar jawaban itu saya pun berkata dengan teman disamping saya "kalau memang ndak mau lelah dalam bekerja, ya jangan kerja dong, kalian kan sudah digaji oleh sekolah". Dari sini saya dapat menarik kesimpulan kalau (yang katanya) biaya administrasi itu tidak sah, karena keputusan untuk memungut biaya untuk legalisir tersebut dilakukan oleh sepihak, yang entah itu dari pihak pegawainya maupun dari pihak sekolahnya. Setau saya tidak ada sebait peraturan pun yang membenarkan adanya pungutan (yang katanya) biaya administrasi.

"Kebenaran adalah kesalahan yang berulang-ulang"

Mungkin itu yang dapat saya katakan disini, karena ternyata kesalahan yang berulang setiap waktu tentang adanya (yang katanya) biaya administrasi itu telah dibenarkan oleh pihak sekolah dan si pemilik ijazah karena dia telah dibudayakan melakukan pembayaran tersebut sejak dijenjang pendidikan sebelumnya. Apakah kebudayaan ini akan kita pertahankan? Kesalahan yang merugikan orang yang tak mengerti peraturan.

(yang katanya) biaya administrasi

Rabu, 11 Januari 2012

Ketika minum air sumur, jangan lupa penggalinya

Sebuah pepatah Cina klasik mengatakan seperti ini: "Chi shui bu wang jue jing ren". Versi Inggrisnya diterjemahkan menjadi "Drinking the water of a well, one should never forget who dig it". Dalam bahasa kita, pepatah itu bisa diterjemahkan dengan arti "Ketika minum air sumur, jangan lupa penggalinya."

Ada hal penting di situ: Pertama, MINUM AIR SUMUR, dan Kedua, PENGGALI SUMUR.

Tiap kita, pasti pernah minum air sumur. Manusia, bahkan hewan, mereka pada minum air sumur. Air yang kita minum umumnya berasal dari sumur. Jika sumur diartikan dalam arti yang lebih luas, maka air yang memancar dari pegunungan kemudian diolah menjadi air kemasan yang kita minum juga berarti sumur. Air yang kita minum itu, tentunya digali oleh mereka yang berprofesi sebagai penggali atau mereka yang menemukan sumber mata air dalam kali pertama.

Untuk bisa masuk SD, tentu kita harus bisa membaca. Kita belajar membaca dari orang tua kita sendiri, atau dari guru-guru yang mengajarkan kita. Masuk SMP, hingga jenjang tertinggi dalam pendidikan formal (S3), kita pasti mendapat sentuhan dari mereka yang mengajarkan kita. Guru-guru kita, bagaimanapun mereka dengan kelebihan dan kekurangannya adalah "penggali sumur" agar kita bisa "minum" (belajar) lebih jauh tentang kehidupan ini.

Pepatah Cina di atas mengisyarakatkan kepada kita agar tidak melupakan jasa mereka-mereka yang pernah membantu kita dalam meraih keberhasilan--dalam arti yang luas. Apakah dia profesor ataukah cleaning service, apakah mereka berada atau kalangan papa. Atau, apakah mereka kemudian di lain waktu malah berseberangan dengan kita, kita perlu berterima kasih kepada mereka, dengan tidak melupakan jasa-jasa mereka.

Mari, Jangan lupakan jasa-jasa para penggali sumur!

Sabtu, 31 Desember 2011

Kaleidoskop 2011

2011. Tahun dimana saya banyak belajar tentang Tanggung jawab, kepemimpinan, mengambil keputusan untuk memilih yang lebih baik dan harus belajar lebih mengenal kepribadian seseorang. Banyak orang-orang yang saya temui ditahun ini yang mengajari beberapa hal tersebut. Lingkungan kampus mungkin menjadi ruang belajar dari beberapa hal tersebut.


Tanggung jawab, merupakan sebuah hal yang sempat saya pelajari ditahun ini. Tanggung jawab ditahun ini terbagi antara menjadi seorang anak pertama disebuah keluarga dirumah dan menjadi seorang Moralforce, AgentOfChange dan SocialControl.Tanggung jawab yang bertambah dari jenjang pendidikan sebelumnya membuatku kembali masuk untuk menjadi orang-orang yang lebih sering tinggal lama dikampus lebih dari sekedar membahas para mantan siswa dan membas tentang sebuah buku atau isu. Tahun ini membahas tentang sebuah tanggung jawab yang baru, yang lebih dari sebelumnya.Itu adalaha tanggung jawab atas pengetahuanku..


Kepemimpinan, merupakah hal yang lebih sering mengisi kepalaku selama setahun kemarin. Bagaimana tidak, ketika kalian memiliki kelompok namun kalian tidak bisa membuatnya berjalan bersama dibelakang anda, Dari segi kepemimpinan itukan sudah merupakan suatu kegagalan, karena jalan yang ditunjukkan sudah ditentukan sejak awal. Itulah hal yang masih harus kuperlajari lebih dalam kedepannya.


Mengambil keputusan, hal yang sulit dilakukan sebelumnya. Ragu, takut salah langkah dan tergesahgesah yang menjadi pertimbangan yang harus selalu dikaitkan dalam pengambilan keputusan ditahun ini. Terlalu lama mungkin menjadi sebuah akibat dari keraguan dalam perngambilan keputusan tersebut. Solusi yang dapatkan adalah sebuah ketegasan, jangan terlalu sering ragu dan singkirkan kata ragu dipikiranmu. Kenapa saya ragu? semua karena banyak ketakutan dan belum dapat saya patahkan ketakutan itu. ditahun ini saya menemukan sebuah buku yang menarik "Sicacing dan kotoran kesayangannya" dibuku itu saya menemukan hal yang menarik.


"apa yang terjadi, jika tidak terjadi"


kata itu sangat memiliki pengaruh besar dalam mengatasi sebuah keraguan, karena kita sering terjebak dengan pertanyaan


"Bagaimana jika terjadi begini?

Bagaimana jika semua menjadi begini?

Bagaimana jika ada yang begini?"


dan untuk menyeleseikan keraguan dalam pengambilan keputusan itu hanya diperlukan satu kalimat..


"Bagaimana jika tidak terjadi?"


hahaha..Terima kasih untuk Ajahn Brahm yang sudah menulis tentang buku itu dan terima kasih untuk Kiki' yang sudah meminjamkan buku itu, Sorry lama baru dikembalikan.


Mengenal Kepribadian seseorang, salah satu hal yang telah saya pelajari dan masih harus diperdalam kedepannya. Banyak bahasa yang tidak tersirat disini, mencoba mengenalkan tentang dirinya secara ndak langsung.


"Terkadang untuk bisa mengenal orang tersebut kita harus bisa mengenalkan siapa kita terlebih dahulu kepada dirinya"


Mengenal kepribadian seseorang itu bukanlah hal yang mudah menurutku, apalagi jika orang tersebut cenderung diam. Namun tidak mudah bukan berarti tidak bisa, tapi kembali waktu yang kubutuhkan. Mungkin agak sedikit lama namun bersabarlah, saya akan bisa membaca dirimu dan kalian.


Terima kasih kepada kalian yang secara ndak langsung telah menjadi guru dan mengajari beberapa hal tersebut selama setahun kemarin.

Jumat, 23 Desember 2011

Tulisanku, untuk Ibu

Selamat siang, ibu..

Maapkan tidak sempat membangunkanmu pagi ini untuk sekedar mengecupmu dan mengucapkan kalimat "Selamat Hari ibu"..

Kalimat yang mungkin bisa sedikit menambah semangat beraktivitas hari ini..

Kalimat yang mungkin bisa membuat senyum indahmu muncul dan memberi kehangatan bagai mentari pagi..


Selamat siang, Ibu..

Maapkan sering membuatmu khawatir..

Khawatir atas kabar yang tak jelas..

Khawatir atas segala aktivitas sehari-hari..

Terima kasih ibu atas perhatianmu..


Selamat siang, Ibu..

Engkaulah Mahaguru terhebat dalam hidupku yang sesungguhnya..

Engkaulah Musisi terhebat dengan sebuah lagu andalanmu yang berjudul "bunda"..

Engkaulah Seniman terhebat dalam hidupku dengan segala maha karya..

Engkaulah Koki terhebat dengan segala masakan yang penuh cinta..

Engkaulah Aktris terhebat dengan segala senyuman dibalik permasalahan..

Engkaulah sosok multi talenta yang kukenal selama ini..

Dan..Engkaulah Inspirasiku, Ibu..


Salam sayang anak lelakimu..