Sabtu, 14 Januari 2012

Sepatu dan Sebuah Hubungan


Sebuah hubungan itu seperti sepasang sepatu. saya melihat sepasang sepatu baru berwarna hitam yang dapat mengubah penampilan saya. saya sudah lama mencari sepatu seperti itu, dan sangat menginginkan sepatu itu. saya berusaha keras menahan keinginan untuk membeli sepatu itu dan berusaha mempertimbangkan kebutuhan lain yang lebih jelas manfaatnya. akhirnya saya memilih untuk pulang dan tidak membeli sepatu itu. dan hanya waktu yg bisa menjelaskan betapa bijaksana nya pilihan tersebut. akan tetapi, saya menyadari bahwa sebenarnya saya tidak bisa melupakan sepatu itu. jarang sekali saya bisa menemukan sepasang sepatu yang benar-benar saya inginkan, yang sudah saya cari sejak lama, yang membuat saya tidak bisa tidur sejak pertama kali melihatnya..sepatu itu sangat indah.sepatu itu sangat nyaman, dan yang lebih penting lagi, saya sangat,sangat menyukai sepatu itu. sepatu yang sempurna. bayangan sepatu itu tidak akan hilang, bahkan sepatu itu menempati tempat sepuluh sepatu teratas dalam daftar sepatu favorit saya.

Sebenarnya, hubungan antara sepasang sepatu dengan hubungan dengan pasangan adalah sama. Seperti hubungan kita dengan sepatu, hubungan dengan pasangan juga menghadapi tahap-tahap tertentu. Ada tahap mengamati, selanjutnya ada tahap suka, lalu tahap perasaan saling memiliki. Lalu ada tahap memilih dan menentukan bagaimana hubungan itu ke depannya. Apakah kita akan segera memutuskan bahwa dia tidak cocok untuk kita, atau apakah kita akan berusaha keras memiliki dia lebih dahulu, lalu tetap memutuskan bahwa dia bukanlah orang yang sesuai dengan tipe Perempuan yang selama ini kita cari ???

Ketika kita memilih untuk membeli sepatu itu, ada saat-saat dimana kita memamerkan sepatu itu, karena kita merasa sangat bangga dengan sepatu itu. Demikian juga halnya jika kita telah memutuskan untuk memulai sebuah hubungan dengan pasangan, kita mencintai pasangan dengan berbagai alasan. Bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga karena dia bisa memahami dan membuat kita merasa aman dan nyaman. Seperti mendapat sepatu, kita mencapai satu titik dan merasa bahagia karena hasrat kita terpenuhi dan hidup lebih berwarna. Akan tetapi , seberapa lama kah hubungan itu bisa bertahan? Tidak ada yang tahu. Berbagai masalah muncul, mulai dari masalah komitmen, ketidakcocokan, dan lain sebagainya. Kita harus membuat batasan yang jelas, tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang kita harapkan dari hubungan itu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar